Mengapa Menanam Bambu

bamboo

Siapa yang tak kenal pohon bambu? Kita bisa melihatnya dimana-mana di Indonesia. Bahkan bambu memiliki banyak sekali manfaat bagi kehidupan manusia bahkan makhluk hidup lainnya. Bambu adalah tanaman tercepat pertumbuhannya di dunia, Beberapa spesies bambu tercatat memiliki kecepatan tumbuh lebih dari 90 cm/hari! Sekitar 3.8 cm/jam. Bambu adalah penyeimbang oksigen dan karbondiokasia, Bambu menyerap karbon dioksida dan melepaskan oksigen 30% – 35% lebih banyak ke atmosfer dibandingkan dengan pohon-pohon pada umumnya. [1].

Prospek industri bambu sangat menjanjikan dimana saat ini pemanfaatan bambu tidak lagi terbatas pada kerajinan tangan dan industri kecil lainnya, melainkan telah meluas sampai kepada pembangunan infrastruktur dan sumber energi terbarukan. Bambu dapat menjadi panel, lantai, bio-fuel, furnitur dan kebun bambu itu sendiri dapat menjadi lokasi carbon catchment yang memiliki nilai ekonomi. Bambu memiliki image sangat bagus yaitu bamboo is the green material. Eropa membutuhkan 700 ton bambu panel per bulan, sementara AS membutuhkan 20 juta ton per tahun. Namun demikian, bambu bagi masyarakat di Indonesia masih terbatas pada pemanfaatan tradisional dan lebih bersifat kultural[2]. Bagaimanapun juga permintaan bambu secara global tumbuh lebih cepat dari tingkat ketersediaannya. Sehingga peluang bisnis perkebunan bambu masih sangat besar dan terbuka. Regenerasi Bambu yang cepat dan berkesinambungan akan membuat Bambu sebagai alternative bahan baku atau energi terbarukan.

Kami optimis bambu akan lebih prospek, saat ini kami sedang melakukan proses kultur jaringan, dan diharapkan tahun 2016 akan ada ribuan bibit bambu balcooa siap tanam. Bambu balku dimanfaatkan untuk bahan baku kertas. Bambu dapat diguanakan untuk membuat kertas, dan bahan serat bambu yang dapat dijadikan benang dan produk tekstil. Kain bambu sangat lembut dan juga memiliki sifat anti bakteri secara alami. Pakaian, sprey dan handuk yang terbuat dari bambu merupakan produk yang banyak tersedia di pasar saat ini. Melihat dari keunggulan yang dimilikinya bambu jelas memiliki potensi besar sebagai sumberdaya serat masa depan untuk kebutuhan pulp dan kertas dengan pengaruh lingkungan yang leibh kecil dibandingkan dengan pohon kayu keras dan lunak.[3]

Foto: http://reforestation.me/biochar-terra-preta/

Sumber: http://rhinbiotechnology.com/mengapa-bambu/

Kultur Jaringan Tanaman – Bandung

IMG_0955_editedPelatihan kultur jaringan tanaman ini ditujukan untuk umum. Pelatihan ini bertujuan untuk mengenalkan teknologi kultur jaringan kepada masyarakat umum, sehingga dapat diterapkan dalam bidang pertanian. Pada pelatihan ini para peserta pelatihan akan diajarkan tentang teknik-kultur jaringan seperti; Pemilihan eksplan, cara membuat media dasar dan modifikasi media alternatif kultur jaringan, sterilisasi, inokulasi dalam botol, teknik aklimatisasi, cara pembuatan dan pengelolaan laboratorium skala rumah tangga, pembuatan dan pengelolaan nursery, dan kiat dalam berbisnis di bidang kultur jaringan.

Pelatihan kultur jaringan ini terutama ditujukan untuk memberikan pengetahuan dan keterampilan dalam melakukan kultur jaringan tanaman secara umum dan khususnya pada tanaman perkebunan. Peningkatan pengetahuan dan keterampilan kultur jaringan akan mendukung upaya pemuliaan tanaman dalam merakit bibit unggul.

Sumber: http://rhinbiotechnology.com/pelatihan-kultur-jaringan-20-s-d-22-januari-2016/

Rhinbiotechnology menyediakan layanan pelatihan kultur jaringan tanaman , percayalah bahwa belajar lebih dahulu diutamakan sebelum anda memetik hasilnya! Pengetahuan yang gamblang hari ini memerlukan kembali dukungan untuk belajar berupa pelatihan untuk perusahaan atau industri, pendampingan untuk siswa dan mahasiswa yang melakukan PKL atau magang di bidang bioteknologi yang disupport secara online di Forum